Rabu, 19 November 2014

PLT ANGIN



Plt angin, bentuk utama dari pembangkit ini adalah generator yang dihubungkan ke kincir yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari angin.

  Cara kerja dari pembangkit tersebut ialah dengan meletakan kincir angin pada tempat yang kira-kira angin berhembus kencang agar hasilnya pun maksimal, dengan itu kincir akan berputar dan akan memutar dinamo, kemudian dengan dinamo yang berputar itu akan menghasilkan listrik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)

       Merupakan siklus tertutup, yaitu menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Siklus fluida kerja PLTU dijelaskan pada penjelasan berikut ini. Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi seluruh luas permukaan pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. Uap hasil produksi boiler masih berupa uap jenuh, kemudian dipanaskan lagi menggunakan superheater sehingga menjadi uap kering yang kemudian dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk melakukan kerja di turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.

PLTA


plta adalah pembangkit listrik tenaga air, bentuk utama dari pembangkit ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air.

cara kerja dari pembangkit tersebut ialah dengan meletakan kincir air pada aliran sungai dengan kemiringan yang menuju kbawah, dengan itu kincir akan berputar dan akan memutar dinamo, kemudian dengan dinamo yang berputar itu akan menghasilkan listrik yang bisa digunakan ke perumahan-perumahan.

Senin, 10 Maret 2014

cara kerja praktek di lab farmasi

  1. siapkan alat-alat terlebih dahulu.
  2. setarakan timbangan.
  3. lalu ambil bahan sesuai dengan resep yang diterima.
  4. lalu raciklah obat yang ada di resep yang sudah diterima.
  5. bungkus dalam kapsul / kertas perkamen sesuai resep.
  6. berikan dalam plastik klip dan beri copy resep + etiket.
  7. kalau sudah selesai usahakan meja yang dibuat praktek harus bersih kembali sebagaimana biasa.
by bima wahyu sakti ;)


Cara Meracik si bulat lonjong - KAPSUL

Berbagai macam bentuk obat yang di hasilkan dari ilmu kefarmasian . Serbuk ( pulvis ), tablet, sirup, salep, suppositoria, injeksi, kapsul, dll . Semua bentuk sediaan tersebut memiliki cara-cara khusus dalam pembuatannya, seperti halnya dalam pembuatan kapsul .

Kapsul itu sendiri merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut . Cara pengisian kapsul ada tiga cara, yaitu dengan tangan, dengan alat bukan mesin dan dengan alat mesin . Cara yang paling sederhana tentu dengan tangan, karena tanpa memerlukan bantuan alat lain . Pertama, meracik terlebih dahulu serbuk atau cairan sebagai isi dari  kapsul tersebut . Kedua, setelah isi kapsul selesai di buat, masukkan ke dalam cangkang kapsul . Cara memasukkan isi kapsul dalam bentuk serbuk dan cairan tentunya berbeda . Apabila dalam bentuk serbuk, serbuk tinggal di bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah kapsul yang di minta ( resep ). Dan apabila dalam bentuk cairan, masukkan dengan menggunakan  pipet yang telah di tara . Ketiga, tutup badan kapsul dengan tutup kapsul . Caranya sama, tetapi khusus untuk kapsul yang berisi cairan, tutup kapsul harus di tutup ( di seal ) atau di rekat supaya cairan yang ada di dalamnya tidak keluar atau bocor . Tetapi sebaiknya, dalam memasukkan isi kapsul dengan tangan sebaiknya menggunakan sarung tangan untuk mencegah alergi yang mungkin timbul .


Kewajiban Menuntut Ilmu
Ilmu pengetahuan adalah sebaik – baik sesuatu yang disukai dan merupakan sesuatu yang paling bermanfaat. Ilmu sendiri merupakan sebuah keutamaan, di mana seseorang akan merasakan kenikmatan dalam pergelutannya dengan ilmu dan menunjukkan jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat.

A.     Firman Allah yang Menganjurkan untuk Semngat dalam Menuntut Ilmu
Dalam kehidupan beragam, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang wajib dimiliki, karena tidak akan mungkin seseorang mampu melakukan ibadah yang merupakan tujuan diciptakannya manusia oleh Allah, tanpa didasri ilmu. Dalam agama, ilmu pengetahuan, adalah kunci menuju keselamatan dan kebahagiaan akhirat selama – lamanya.

1.      Bunyi dan Terjemah Ayat
Salah satu ayat yang menunjukkan adanya anjuran dari Allah kepada kaum muslim agar tetap semangat untuk belajar adalah Q.S. At Taubah: 122.
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Artinya : “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap – tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila meraka Telah kembali padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S. At Taubah: 122).

2.      Asbabun Nuzul Ayat
Asbabun Nuzul adalah sebab – sebab diturunkannya sebuah ayat Allah. Sebab – sebab diturunkannya wahyu Allah ini salah satunya adalah keterangan yang ditunjukkan oleh Ibnu Abi Hatim.
Ibnu Abi Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui ikrimah yang diceritakan dalam (Q.S. At Taubah: 39).
Ibnu Abi Hatim mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Abdullah bin Ubaid bin Umair yang menceritakan, bahwa mengingat keinginan kaum mukminin yang sangat besar terhadap masalah jihad, disebutkan bahwa bila Rasulullah SAW mengirimkan pasukan perang, maka mereka semuanya berangkat. Dan mereka meninggalkan Nabi saw di Madinah bersama dengan orang-orang yang lemah. Maka turunlah firman Allah Swt. yang paling atas yaitu Q.S At Taubah: 122.

3.      Isi/Kandungan Ayat
a.      Kandungan yang pertama
Allah berfirman,
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا ، سَهَّلَ اللَّهُ بِهِ طِرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ . (أبو داود)
Artinya : “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang).
Di dalam kondisi peperangan, tidak boleh semuanya berangkat berperang (berjihad). “Harus” ada sebagian orang yang tinggal di Negara islam.
b.      Kandungan yang kedua
Allah berfirman,
Artinya : “Mengapa tidak pergi dari tiap – tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
      Kalimat ini mengandung pengertian yang masih ada sangkut pautnya dengan kalimat sebelumnya. Pada kalimat sebelumnya Allah memerintahkan bahwa harus ada orang yang tinggal di negara Islam selain orang yang berjihad. Kemudian orang yang tidak berjihad harus memberikan pengajaran kepada para warga negara Islam.

B.     Hadis yang Menganjurkan agar Semangat Menuntut Ilmu
Selain ayat-ayat Al Quran, anjuran untuk semangat dalam menuntut ilmu juga ditunjukkan oleh hadis Rasulullah saw.
Artinya : “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Hadis di atas dengan sangat jelas menunjukkan pujian terhadap aktivitas mencari ilmu. Siapapun yang menghadiri majelis ilmu, maka dia akan dimudahkan jalan menuju surga. Maka, barang siapa yang mengabaikan aktivitas menuntut ilmu, maka sesungguhnya ia tidak akan dimudahkan oleh Allah jalan menuju surga.

C.     Keteladanan dalam Mencari Ilmu
Sebagai seorang muslim yang baik, seharusnya hanya dengan membaca dalil di atas kita sudah bisa mendapatkan gambaran tentang keutamaan mencari ilmu. Namun, kadangkala kita masih membutuhkan berbagai kisah-kisah nyata. Berikut beberapa kisah yang bisa memotivasi kita untuk selalu bersemangat dalam menuntut ilmu :


1.      Kesabaran dan Kesungguhan Menuntut Ilmu
Ibnu Thahir al-Maqdisy berkata : “Aku dua kali kencing darahdalam menuntut ilmu, sekali di Baghdad dan sekali di Mekkah.”
2.      Belajar setiap hari
Imam an-Namawi : setiap hari membaca 12 jenis ilmu yang berbeda.
3.      Membaca kitab sebagai pengusir kantuk
Ibnu al-Jahm : membaca kitab jika beliau mengantuk, sehingga beliau bisa segar kembali.
4.Berusaha mendapatkan faidah ilmu meski di kamar mandi
Majduddin Ibnu Taimiyyah : jika akan ke kamar mandi berkata kepada orang yang ada di sekitarnya “Bacalah kitab ini dengan suara keras agar aku bis amendengarnya di kamar mandi.”
5.      40 tahun tidaklah tidur, kecuali kitab berada di atasnya
Al-Hasan al-Lu’Lu’i selama 40 tahun tidaklah tidur kecuali kitab berada di atas dadanya.
6.      Tidaklah berjalan kecuali bersamanya ada kitab
Al-Hafidz al-Khathib tidaklah berjalan kecuali bersamanya kitab yang dibaca.
7.      Menjual rumah untuk membeli kitab
Al-Hafidz Abul ‘Ala al-Hamadzani menjual rumahnya seharga 60 dinar untuk membeli kitab-kitab Ibnul Jawaaliqi.
8.      Kemampuan membaca yang luar biasa
9.      Mengulang-ulang membaca suatu kitab hingga berkali-kali

Sumber : Buku LKS Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Penerbit : CITRA PUSTAKA

Kamis, 27 Februari 2014

daftar nama singkatan latin

A
a, aa = tiap-tiap
accur. = seksama
add. = tambahkan
ad. us. ext. (ad usum externum) = dalam pemakaian luar
ad.us int. (ad usum internum) = dalam pemakaian dalam
ad. us prop. (ad usum propium) = untuk dipakai sendiri
adh. (adhibere) = gunakan
applic. (applicatur) = digunakan
alt.hor. (alternis horis) = tiap jam
apt. (aptus) = cocok a.c. (ante coenam) = sebelum makan
aur.dext. (a.d.) (auri dextrae)  = telinga kanan
aur.lev. (a.l.) (aur laevae) = telinga kiri
aut (aut) = atau
aq bisdest (aqua bidestilata) = air suling 2 kali
aq comm (aqua communis) = air biasa
 B
bid. (biduum) = waktu 2 hari
b.in.d (bis in die). = 2 kali sehari C cito : segera c. (cochlear) = sendok makan (15 ml) c.th (cochlear thea) = sendok teh (5 ml) c.p (cochlear parfum/pulvis) = sendok bubur (8 ml)
cochleat (cochleatin) = sendok demi sendok
cc = cc / centimeter kubik
c.l.q.s. = jumlah secukupnya
caps.gel.el. = kapsul gelatin dengan tutup
cav = awas caut (caute) = hati hati
cer (cera) = malam, lilin
col (cola) = menyari
conc (concentratus) = pekat
consp. (consperge) = taburkan
clysm. (clysma) = enema, lavemen
cois.comm. (communis) = biasa
D d (dosi/dies/dexter) = takaran/hari/kanan d.c. (durante coenam) = pada waktu makan d.in.dim (da in dimio) = berikan separonya
d.in.2plo (da in duplo) = berikan 2 kalinya
d.in.3plo (da in triplo) = berikan 3 kalinya
d.d (de die) = sehari d.s. (da signa) = berikan dan tulis
d.s.s.ven (de sub signo veneni) = berikan tanda racun
det (detur) = diberikan
dim (dimidio) = separuhnya
dtd (da tales doses) = berikan sekian takaran
dext. (dexter) = kanan
dil (dilutus) = diencerkan dim. (dimidius) = separuhnya
div.in.p.aeq (divide in partes aequales) = bagilah dalam bagian yang sama
E E.D. (expiration date) = tanggal kadaluarsa e.d (eyes drops) = obat tetes mata emuls =emulsi
e.m.p = sesuai dengan yang tertulis
ext.ut (externum utendum) = untuk dipakai diluar
F
f (fac, fiat, fiant) = buat. dibuat
filtr. (filtra) = saring
f.l (flores) = bunga
fol (folia) = daun
G
g (gramma) = gram
gtt. (guttae) = tetes
gutt.ad.aur. (guttae ad aures) = tetes telinga
gutta. (guttatim) = tetes demi tetes
H
h. (hora) = jam
h.v (hora vespertina) = malam
h.m (hora matutina) = pagi pagi
haust (haustus) = diminum sekaligus h.s  (hora somni) = pada waktu mau pergi tidur I
i.c. (inter cibus) = diantara waktu makan
i.d. (idem) = sama
I.A. (intra arterium) = suntikkan melalui pembuluh darah arteri
I.C (intra cutan) = suntikkan melalui lapisan kulit luar
I.M. (intra muscular) = suntikkan melalui bagian punggung (lumbal)
I.V. (intra venous) = suntikkan melalui pem.darah vena
in. = dalam
in.d. = dari hari ke hari
inj.subc. = injeksi dibawah kulit/subkutan
instill (instilla) = teteskan
iter (iteratio/iteretur) = diulang
L
liq. (liquid) = cair
lot. (lotus) = dicuci
M m (mane, misce) = pagi, campur m.f (misce fac) = campur buat mixt. (mixtura) = campuran N ne iter (N.I) (ne iteretur) = jangan diulang nedet (n.dt.) (ne detur) = tidak diberikan O
o.u = kedua mata
o.s. = mata kiri
o.d = mata kanan
o.h (omni hora) = tiap jam
o.1/4.h (omni quarta hora) = tiap 1/4 jam
o.m. (omni mane) = tiap pagi
o.n (omni nocte) = tiap malam
opt. (optimus) = sangat baik
P
p.d.sing. (pro dosi singulari) = untuk dosis tunggal
P.I.M (periculum in mora) = berbahaya bila ditunda
part.dol (parte dolente) = pada bagian yang sakit
p.r.n. (pro re nata) = kadang kadang jika perlu p.o. (per os) = secara oral pil (pilula) = pil pot. (potio) = minuman/larutan p.c. (post coenam = stelah makan  pulv. (pulvis/pulveratus) = serbuk Q
q. (quantitas) = banyaknya
q.s. (quantum satis) = secukupnya R R., Rp.,Rcp., (recipe) = ambillah
rec. (recens) = baru
reiter = dibuat ulangan baru S s. (signa) = tanda
ss. (semis) = separuh
sol.,solut (solutio) = larutan
solv. (solve) = larut
statim : penting
sum. (sume) = untuk diminum
sup (super) = atas
T
ter in d. (ter in die) = 3 kali sehari
ter. (tere) = gosok
tct., tinct., tra., () tinctura = tingtur
trit (tritus) = gerus
U urgent : penting
u.c (usus cognitus) = pemakaian diketahui
u.e (usus externus) = dipakai untuk luar u.i (usus internus) = dipakai untuk dalam u.v (usus veterinarius) = pemakaian untuk hewan V
vesp. (vaspere) = malam
vit.ov. (vittelum ovi) = kuning telur
 
sumber : http://ilmu-kefarmasian.blogspot.com/2013/02/istilah-resep-obat-daftar-singkatan.html